Hati-hati penipuan kerja ke Jepang: cara mengecek LPK resmi
Diperbarui 18 September 2026
Keinginan bekerja di Jepang sering dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. Sebelum membayar apa pun atau menyerahkan dokumen, luangkan waktu untuk mengecek.
Tanda-tanda yang patut dicurigai
- Menjanjikan pasti berangkat, pasti dapat kerja, atau pasti dapat visa.
- Meminta pembayaran besar di awal, sebelum ada kontrak tertulis yang jelas.
- Tidak mau memberi kuitansi atau bukti pembayaran resmi.
- Mendesakmu memutuskan dengan cepat: "kesempatan terakhir", "tempatnya tinggal sedikit".
- Tidak punya alamat kantor yang jelas, atau hanya bisa dihubungi lewat media sosial.
- Menyarankanmu berangkat dengan visa turis lalu bekerja di Jepang.
- Meminta paspor atau dokumen asli tanpa alasan yang jelas.
Bekerja di Jepang dengan visa turis melanggar hukum Jepang. Yang menanggung risikonya adalah kamu, bukan orang yang menyuruhmu.
Apa itu LPK?
LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) adalah lembaga yang memberikan pelatihan keterampilan, termasuk bahasa Jepang. LPK yang resmi terdaftar di instansi ketenagakerjaan pemerintah.
Perlu diingat: belajar bahasa di sebuah LPK dan berangkat bekerja lewat jalur resmi adalah dua hal yang berbeda. Tidak semua LPK berwenang mengurus keberangkatan. Tanyakan dengan jelas apa saja yang benar-benar dilakukan lembaga tersebut, dan minta jawabannya secara tertulis.
Cara mengecek LPK atau agen
- Minta nama lengkap lembaga, nomor izin atau registrasinya, dan alamat kantornya.
- Cek ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di kota atau kabupaten tempat lembaga itu berada.
- Cek informasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
- Kalau lembaga itu mengurus penempatan kerja ke luar negeri, cek juga ke lembaga pemerintah yang menangani pelindungan pekerja migran Indonesia.
- Datangi kantornya langsung, dan bicaralah dengan orang yang pernah ikut program mereka.
- Jangan pernah membayar tanpa kontrak tertulis dan kuitansi resmi.
Mengecek dari sisi Jepang
Pemerintah Jepang juga punya lembaga resmi. Untuk program magang teknis (Ginou Jisshu), ada lembaga pengawas bernama OTIT. Untuk Tokutei Ginou, informasi resmi disediakan lewat portal Specified Skilled Worker dan Immigration Services Agency of Japan.
Kalau kamu merasa tertipu
- Simpan semua bukti: pesan, kuitansi, kontrak, dan nomor rekening tujuan pembayaran.
- Laporkan ke polisi.
- Laporkan juga ke Disnaker dan ke lembaga pelindungan pekerja migran.
- Ceritakan ke keluarga. Jangan menanggungnya sendirian.
Tentang NihonPass
NihonPass adalah aplikasi latihan bahasa Jepang. Kami bukan LPK, bukan agen penyalur kerja, dan tidak memungut biaya penempatan. Kami tidak menjanjikan pekerjaan, keberangkatan, atau visa.
Pertanyaan yang sering muncul
- Apakah wajar membayar biaya pelatihan?
- Pelatihan bahasa dan keterampilan memang bisa berbayar. Yang tidak wajar adalah biaya besar tanpa kontrak, tanpa kuitansi, atau disertai janji pasti berangkat. Minta rincian biayanya secara tertulis.
- Bagaimana kalau agen bilang tempatnya tinggal sedikit?
- Tekanan untuk segera membayar adalah tanda bahaya yang umum. Lembaga yang resmi akan memberimu waktu untuk mengecek dan bertanya.
- Apakah NihonPass bisa mengecek LPK untuk saya?
- Tidak. Kami tidak punya wewenang itu. Cek langsung ke Disnaker, Kemnaker, dan lembaga pelindungan pekerja migran.
Baca juga
- Tokutei Ginou (SSW): syarat bahasa yang harus dipenuhiTokutei Ginou atau Specified Skilled Worker punya syarat bahasa Jepang yang jelas. Pelajari ujian yang diakui, pengecualiannya, dan syarat tambahan untuk kaigo.
- Cara belajar bahasa Jepang dari nol sampai siap ujianLangkah demi langkah belajar bahasa Jepang dari nol: hiragana, katakana, kosakata, tata bahasa, menyimak, sampai latihan ujian JFT-Basic atau JLPT N4.
NihonPass adalah aplikasi latihan bahasa. Kami bukan agen penyalur kerja dan tidak menjanjikan pekerjaan, keberangkatan, atau visa.
Semua panduan